<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Obligasi on Ekonomi Makro dan Kebijakan Global</title><link>https://makrodankebijakan.com/tags/obligasi/</link><description>Recent content in Obligasi on Ekonomi Makro dan Kebijakan Global</description><generator>Hugo</generator><language>id</language><lastBuildDate>Sun, 26 Oct 2025 00:00:00 +0000</lastBuildDate><atom:link href="https://makrodankebijakan.com/tags/obligasi/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Kebijakan Quantitative Tightening dan Efek Domino di Pasar Saham Dunia</title><link>https://makrodankebijakan.com/posts/quantitative-tightening/</link><pubDate>Sun, 26 Oct 2025 00:00:00 +0000</pubDate><guid>https://makrodankebijakan.com/posts/quantitative-tightening/</guid><description>&lt;p>Kebijakan &lt;em>Quantitative Tightening&lt;/em> (QT) menjadi simbol perubahan arah kebijakan moneter global dalam lima tahun terakhir.&lt;br>
Setelah satu dekade penuh kebijakan ekspansif dan stimulus likuiditas besar-besaran pasca-krisis keuangan 2008 dan pandemi COVID-19, bank sentral kini &lt;strong>menarik kembali likuiditas dari sistem keuangan global&lt;/strong>.&lt;br>
Langkah ini bertujuan untuk mengendalikan inflasi yang melonjak, namun efeknya meluas jauh melampaui niat awal — memicu gejolak di pasar saham, obligasi, dan mata uang di seluruh dunia.&lt;/p>
&lt;hr>
&lt;h2 id="1-apa-itu-quantitative-tightening">1. Apa Itu Quantitative Tightening?&lt;/h2>
&lt;p>&lt;em>Quantitative Tightening&lt;/em> adalah kebijakan kebalikan dari &lt;em>Quantitative Easing&lt;/em> (QE).&lt;br>
Jika QE memperluas neraca bank sentral dengan membeli aset-aset seperti obligasi pemerintah untuk meningkatkan likuiditas, maka QT melakukan hal sebaliknya:&lt;br>
bank sentral &lt;strong>mengurangi neraca&lt;/strong> dengan menjual aset atau membiarkan obligasi yang dimilikinya jatuh tempo tanpa membeli kembali.&lt;/p></description></item></channel></rss>