<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Inflasi on Ekonomi Makro dan Kebijakan Global</title><link>https://makrodankebijakan.com/tags/inflasi/</link><description>Recent content in Inflasi on Ekonomi Makro dan Kebijakan Global</description><generator>Hugo</generator><language>id</language><lastBuildDate>Tue, 20 Jan 2026 10:30:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://makrodankebijakan.com/tags/inflasi/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Geopolitik Energi: Pergeseran Rantai Pasokan Global di Tengah Konflik Transnasional</title><link>https://makrodankebijakan.com/posts/energy-geopolitics/</link><pubDate>Tue, 20 Jan 2026 10:30:00 +0700</pubDate><guid>https://makrodankebijakan.com/posts/energy-geopolitics/</guid><description>&lt;p>Energi telah lama menjadi instrumen kekuatan politik sekaligus fondasi bagi stabilitas ekonomi global. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, peta energi dunia mengalami pergeseran tektonik yang dipicu oleh eskalasi konflik transnasional. Ketegangan di Eropa Timur dan instabilitas di Timur Tengah tidak hanya mengganggu aliran fisik komoditas, tetapi juga memaksa negara-negara untuk mendefinisikan ulang konsep &lt;strong>keamanan energi&lt;/strong> mereka.&lt;/p>
&lt;h2 id="fragmentasi-rantai-pasokan-energi">Fragmentasi Rantai Pasokan Energi&lt;/h2>
&lt;p>Dahulu, rantai pasok energi global didasarkan pada prinsip efisiensi biaya dan kedekatan geografis. Saat ini, paradigma tersebut bergeser menjadi &amp;ldquo;keamanan di atas efisiensi&amp;rdquo;. Konflik antara Rusia dan Ukraina, misalnya, telah memutus ketergantungan dekade panjang Eropa terhadap gas murah Rusia.&lt;/p></description></item><item><title>Dinamika Greedflation: Menguji Ketegasan Kebijakan Persaingan Usaha di Era Ketidakpastian Global</title><link>https://makrodankebijakan.com/posts/dinamika-greedflation-kebijakan-persaingan/</link><pubDate>Mon, 12 Jan 2026 09:00:00 +0000</pubDate><guid>https://makrodankebijakan.com/posts/dinamika-greedflation-kebijakan-persaingan/</guid><description>&lt;p>Dalam beberapa tahun terakhir, narasi mengenai inflasi global telah mengalami pergeseran paradigma. Jika sebelumnya kenaikan harga secara umum diatribusikan pada gangguan rantai pasok pasca-pandemi atau lonjakan harga energi akibat konflik geopolitik, kini muncul istilah yang memicu perdebatan sengit di kalangan ekonom dan pembuat kebijakan: &lt;strong>Greedflation&lt;/strong>.&lt;/p>
&lt;p>Fenomena ini merujuk pada kondisi di mana perusahaan-perusahaan besar memanfaatkan ekspektasi inflasi masyarakat untuk menaikkan harga jauh di atas kenaikan biaya produksi mereka, demi memperlebar margin keuntungan. Di tengah ketidakpastian global yang belum mereda, &lt;em>greedflation&lt;/em> bukan sekadar anomali pasar, melainkan ujian krusial bagi ketegasan kebijakan persaingan usaha di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.&lt;/p></description></item><item><title>Peran Emas dan Komoditas dalam Menghadapi Volatilitas Moneter Global</title><link>https://makrodankebijakan.com/posts/emas-komoditas-ekonomi/</link><pubDate>Wed, 29 Oct 2025 00:00:00 +0000</pubDate><guid>https://makrodankebijakan.com/posts/emas-komoditas-ekonomi/</guid><description>&lt;p>Dalam situasi ekonomi global yang diwarnai oleh ketidakpastian moneter dan volatilitas pasar keuangan, &lt;strong>emas dan komoditas kembali menempati posisi strategis sebagai aset pelindung nilai&lt;/strong> (&lt;em>store of value&lt;/em>).&lt;br>
Kebijakan suku bunga tinggi dari The Federal Reserve, ketegangan geopolitik, dan perlambatan ekonomi global memicu pergeseran portofolio investasi menuju aset riil yang lebih stabil.&lt;br>
Fenomena ini mengingatkan dunia pada peran klasik emas sebagai simbol kekayaan dan instrumen keuangan yang mampu mempertahankan daya beli di tengah tekanan inflasi dan krisis ekonomi.&lt;/p></description></item></channel></rss>